Connect with us

PENDIDIKAN

Teruslah Belajar Pada Padi, Maka Akan Datang Manfaat Bagi Ilmu Yang Kamu Miliki.

Published

on

Oleh:
Ivan Rivan Firdaus, S.Si., M.Pd.
(kepala SMP islam Al-Fadlillah,Tobongjaya)

“Kiwari nangtukeun jaga, kade hirup kudu nyiar elmu, mun geus boga elmu turutan pare, beuki eusian beuki tungkul”

Suatu hari dan entah kapan tepatnya kakek saya berkata seperti demikian. Yang kalau diartikan kira-kira seperti ini : “Apa yg kita lakukan sekarang akan menentukan hasil di masa depan, hidup harus mencari ilmu, kalau sudah dapat ilmunya contohlah padi, semakin berisi semakin merunduk”

Bagi saya kalimat tersebut memiliki makna yang sangat dalam, selain itu pengaplikasiannya akan sangat sulit dilaksanakan.

Namun saya mencoba untuk mendefinisikannya versi pribadi saya dan mencoba menerapkannya pada diri sendiri, anak-anak, keluarga dan mencoba menjadikannya sebuah program di sekolah yang saya pimpin saat ini SMP Islam Al-Fadlillah.

Makna yang saya dapatkan setidaknya ada tiga, yaitu : Mempersiapkan diri, menuntut ilmu, dan tawadhu’. Mari kita bahas satu per satu.

Pertama, Mempersiapkan diri.
Adalah benar sekali bahwa saat ini kita harus serius mempersiapkan diri dalam menyongsong masa depan baik untuk kehidupan di Dunia maupun kehidupan di Akhirat. Jangan sampai apa yang terjadi di masa depan, kita sesali akibat dari kurang maksimalnya usaha kita saat ini. Usaha dalam hal belajar, usaha dalam hal ibadah dan usaha lainnya.

Kedua, Menuntut Ilmu
Apapun bisa kita lakukan dengan ilmu, tapi tentu haruslah ilmu yang positif yang harus kita pelajari.

Ketiga Tawadlu.

Tawadhu’ artinya merendahkan diri atau rendah hati. Tawadhu atau rendah hati merupakan sebuah akhlak dalam Islam yang tergolong kedalam akhlak terpuji. Tawadhu dalam Islam berarti seseorang menempatkan dirinya lebih rendah dihadapan Allah dan hamba-hamba Allah SWT. Yakni suatu sifat mulia yang menjadikan seseorang tidak merasa lebih baik, lebih hebat, lebih tinggi, atau lebih segala-galanya daripada orang lain.
Untuk memiliki ilmu ini butuh proses panjang dan perlakuan yang sangat serius.

Oleh karenanya saya mencoba menerapkan program sekolah yang menyeimbangkan antara pelajaran akademik dan pelajaran keagamaan secara benar dan kaffah (menyeluruh). Dengan demikian outpun yang dihasilkan merupakan insan yang berilmu tinggi dengan tetap memiliki sifat tawadhu’.

Jadi memang tidak ada salahnya kita belajar dari padi dalam hal ini, yang semakin berisi semakin merunduk yang memiliki makna berilmu tetapi tetap tawadhu’.

Semoga bermanfaat dan dari diri pribadi izinkan saya mengucapkan ”SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL, 02 MEI 2020”,Semoga pendidikan Indonesia semakin maju.(Red)

Advertisement
Advertisement
Iklan oppo fauzan
error: Content is protected !!