Connect with us

EKONOMI

Situasi Sulit Ditengah Pandemi Covid 19, Tak Surutkan Pengrajin Tempe Berproduksi Demi Keberlangsungan Hidup Keluarga.

Published

on

CIBALONG, Kabartasela.com -Ditengah Pandemi covid 19 yang masih terjadi diwilayah Tasikmalaya Selatan yang  cukup berimbas pada melemahnya  pertumbuhan perekonomian warga terutama pengusaha kecil.

Situasi tersebut tidak menyurutkan tekad Nurcahyani salah seorang pengrajin tempe asal kp. Sodong Rt 02 Rw 07 Desa/kec.Cibalong kab. Tasikmalaya untuk terus berusaha menghidupi keluarga, walaupun saat ini terjadi penurunan drastis jumlah produksi, saat ini pengrajin tempe ini  hanya mengolah kedelai sekitar 50 kg/ hari saja.

“Selain kebutuhan pasar tempe yang terus alami penurunan, faktor pengurangan produksi juga karena masih tinggi harga kedelai import yang menjadi bahan baku pembuatan tempe sebesar Rp10.500/kg,”ujarnya.

Dijelas Nurcahyani saat ditemui dirumahnya, Rabu (23/6/2021) menyampaikan, kini setiap harinya dia hanya bisa memproduksi sekitar 50 kg kedelai walaupun resiko minim kecilnya keuntungan yang didapat, karena dengan opsi merubah ukuran tempe serts menaikan harganya dipastikan kurang laku dijual.

” Harapan besar para pengrajin tempe,  ada campur tangan dari pemerintah untuk bisa menurunkan atau menyesuaikan harga kedelai import sehingga bisa mendapat keuntungan lebih sehingga bisa kembali mempekerjakan pegawai yang sudah diberhentikan,”pungkasnya.(Ihsan)

Advertisement
error: Content is protected !!