Connect with us

DAERAH

Penerapan Beli Solar Pakai Aplikasi MyPertamina Sopir Ambulans Di Tasikmalaya Minta Pengecualian

Published

on

Tasikmalaya,Kabartasela.com – Sopir ambulans yang biasa membawa pasien darurat di Tasikmalaya, meminta pihak pertamina membuat pengecualian penerapan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis biosolar dan pertalite menggunalan aplikasi MyPertamina bagi kendaraan darurat. Pasalnya para sopir ambulans selalu kelabakan jika mengisi BBM selalu mengantre disaat membawa pasien yang akan dirujuk ke rumah sakit lain.

Salah seorang sopir ambulans RSUD dokter Soekardjo Tasikmalaya, Debriyanto mengaku, selama ini mobil ambulans khususnya pembawa pasien darurat, sering menggunakan BBM jenis biosolar. Maka dari itu, adanya kebijakan baru dari pihak pertamina pembelian BBM jenis biosolar memakai aplikasi, dinilai akan menyulitkan terlebih disaat situasi sedang darurat.

“Ya kasihan kami lah, kami kan bawa nyawa. Gimana kalau perjalanan kita jauh, kasihan ke pasien lah. Sebelum ada apilkasi juga kami sering ngantri, apalagi nanti pas pelaksanannya, pasti ribet,” kata Debriyanto, Kamis (30/06/2022).

Menurutnya, kendaraan ambulans miliknya juga bisa menggunakan BBM selain biosolar, yakni jenis PertaminaDex, tetapi harganya jauh lebih mahal dibanding biosolar dan terlalu membebanlan keluarga. Pasalnya, setiap pemberangkatan rujukan pasien ke rumah sakit lain, BBM ditanggung oleh keluarga pasien.

“Besok tanggal satu juli diwajibkan pakai aplikasi. Kalau gak pake aplikasi, kita harus beli yang mahal, yang pertamina dex. Kasihan juga kan keluarganya, ini kan BBM ditanggung oleh keluarga pasien. Ini bagi saya menyulitkan lah, harusnya ada pengecualian bagi ambulans,” ucap nya.

Sopir berharap, pihak pertamina memberikan pengecualian bagi kendaraan darurat, khususnya ambulans agar jangan memakai aplikasi MyPertamina jika akan membeli BBM jenis solar. Pungkasnya.

Pewarta  : Iwa
Editor       : Aby

Advertisement
error: Content is protected !!