Connect with us

DAERAH

Pemkab.Tasikmalaya Terapkan PSBB Di 17 Kecamatan.

Published

on

Pengecekan pemudik di posko Cipatujah

Kabar Singaparna – Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akan dilakukan Pemkab. Tasikmalaya, Rabu (6/5/2020).sesuai dengan persetujuan Kemenkes RI, PSBB akan diterapkan parsial di 17 Kecamatan, jumlah wilayah terpilih tersebut karena lokasinya berada dekat dengan perbatasan Garut, Pangandaran, Banjar, Garut dan Kota Tasikmalaya.

Sekretaris daerah Kab. Tasikmalaya DR H Mohamad Zein, pada wartawan,Senin (4/5/2020), Menjelaskan, penerapan PSBB akan dilaksanakan di 17 Kecamatan yang merupakan daerah perbatasan dengan sejumlah daerah lainnya, kecamatan tersebut, masing-Masing, Ciawi,Kadipaten,Pagerageung,Rajapolah, Cisayong,Manonjaya,Cineam,Cipatujah,Culamega, Cikalong,Pancatengah,Salawu,Mangunreja,Singaparna,Padakembang,Karangnunggal dan Sukarame.

Dijelaskan Zein, nantinya di 17 kecamatan itu akan didirikan pos penjagaan yang akan menerapkan pola PSBB serentak se provinsi Jawa Barat selama 14 hari mendatang yang dimulai 6 Mei 2020 mendatang.

”Salawu,Kadipaten, Cineam,Pancatengah, Cikalong dan Cipatujah merupakan pos penting yang menjadi proyeksi dengan PSBB bisa ditetapkan sebagai zona merah atau perbatasan langsung,nantinya di pos penjagaan akan disediakan alat rapid test,” jelasnya.

Masih menurut Zein, nantinya juga akan dilakukan langkah percepatan penanganan covid-19 hingga ke tingkat rukun tetangga (RT), para ketua RT akan diberi insentif khusus dan menjadi bagian gugus tugas Kab. Tasikmalaya.

“Selain telah mendata, Pemkab. Tasikmalaya juga telah membuat perencanaan cukup matang, dalam waktu dekat akan segera diresmikan 10.496 RT Siaga Covid-19,nantinya akan diberikan pula insentif dari dana desa masing-masing dan akan ada penghargaan lainnya dari Pemkab. Tasikmalaya bagi RT Siaga yang kinerjanya paling bagus,”pungkasnya.(Red)

Advertisement
Advertisement
Iklan oppo fauzan
error: Content is protected !!