Connect with us

EKONOMI

Pandemi Covid-19, Kebutuhan Pasar Telur Puyuh Berkurang, Strategi Penjualan Berbeda Dilakukan Peternak

Published

on

Arry Anggara, Owner peternakan Puyuh31

Kabar Cibalong – Akibat pandemi Covid-19 yang saat ini masih berlangsung, berimbas pada sektor perekonomian terutama kalangan usaha kecil menengah, salah satunya adalah puluhan peternak telur puyuh asal tasela yang merasakan sepinya permintaan pasar, hingga mereka alami kerugian yang lumayan besar akibat telur puyuh mereka tak laku, strategi khusus pun dilakukan peternak dengan berjualan keliling.

Arry Anggara LH. SE, pemilik peternakan puyuh31dan penggiat budidaya puyuh Tasik selatan, Kp.Mangunjaya Cinunjang Rt.001 Rw.007 Desa.Eureunpalay Kec.Cibalong Kab.Tasikmalaya, menjelaskan, Selama pandemi corona berlangsung permintaan telur puyuh turun drastis hingga 50 persen saja, kondisi ini yang membut petani alami kerugian lumayan besar karena harus tetap menutupi kebutuhan pakan dan burung puyuh peliharaan serta biaya operasional lainnya.

Masih menurut Kang Ibing, sapaan akrab Arry, sejak adanya penurunan permintaan pasar terlur puyuh, sejumlah peternak burung puyuh alami kerugian setelah ratusan kilogram telur puyuhnya menjadi busuk karena tak terjual, bahkan dipeternakannya, akibat sepinya pasar, 750 Kilogram telur puyuh miliknya terpaksa menjadi Bs karena tak adanya permintaan,

penjual tekur puyuh

Kerugian yang harus ditanggung peternak, sepinyanya permintaan pasar membuat mereka tak bisa menghasilkan uang, sementara biaya operasioanal dan pakan harus tetap mereka keluarkan, mendapati kondisi tersebut, Arry melakuan langkah mengubah cara pemasaran agar telur puyuhnya tetap laku dan menghasilkan uang, kini bersama sejumlah karyawannya, Arry menjual telur dengan berkeliling kampung serta dengan memanfaatkan media sosial.

”Menjual telur dengan berkeliliang ke kampung-kampung serta pemanfaatan media sosial cukup membantu walaupun harus perlu tenaga ekstra, namun minimal mampu menutup operasioanal ribuan puyuh pelihaaraan kami,”jelasnya.

Walaupun ditengah situasi sulit saat ini, Kang Ibing, mengaku selalu optimis usaha peternakan telur puyuh yang fokus ia kelola setelah memutuskan keluar sebagai karyawan bank 2 tahun lalu ini akan maju dan berkembang, apalagi saat ini budidaya telur puyuh cukup diminati, terbukti telah banyak warga yang bergabung untuk mengembangkan dan menggeluti bisnis tersebut.

“Saat ini , peternakannya mengurus 5500 ekor puyuh dari target keseluruhan 20.000 ekor, 2 orang menjadi pekerjanya, selanjutnya kami menargetkan akan terus mengembangkannya karena potensinya sangat besar,” pungkasnya. (Red)

Advertisement
error: Content is protected !!