Connect with us

RAGAM

Kurangi Dampak Pemanasan Global, SMK Kehutanan Sobat Bumi Tanam Kayu Balsa

Published

on

Kabar Tasikmalaya – Pemanasan global tidak lagi menjadi isu belaka melainkan telah ada fakta nyata, dibuktikan dengan tak stabilnya cuaca hingga pergantian musim yang sulit diprediksi.

Upaya atau tindakan nyata yang dapat dilakukan untuk mencegah semakin memburuknya lingkungan adalah dengan melakukan penghijauan, penanaman dan perawatan pepohonan menjadi langkah konkret pengurangan dampak pemanasan global tersebut.

Upaya inilah yang menjadi upaya nyata keluarga besar SMK Kehutanan Sobat Bumi Kota Tasikmalaya, melalui program penghijauan yang berbasis pemberdayaan masyarakat, mereka membuat demplot penanaman 500 pohon kayu Balsa dengan bekerja sama dengan exportir Link Balsa Narita, Dinas Kehutanan Propinsi Jawa barat, FKP DAS kota Tasikmalaya, PT.Karya Tani Indonesia yang merupakan produsen pupuk serta Himpunan Kerukunan Tani Indonesia pada lahan milik kelompok tani di Kp. Citamiang Kel. Tanjung Kec. Kawalu Kota Tasikmalaya. acara pembukaam pelaksanaan program penanaman tanaman jenis kayu balsa sendiri dilakukan, Sabtu (11/07/2020).

Penanaman perdana kayu balsa oleh keluarga besar SMK Kehutanan Sobat Bumi

Rita Heryati dari Link Balsa Narita,memaparkan bahwa kayu balsa yang merupakan komoditas export, kebutuhan pasar dunia untuk jenis kayu balsa berkualitas saat ini semakin tinggi terutama industri aeromodeling, selain nilai ekonomi tinggi juga masa tanam yang cukup singkat hanya 3 sampai 4 tahun sehingga mampu mengangkat tarap ekonomi dan kesejahteraan petani atau masyarakat yang terlibat dalam usaha ini.

“Kedepannya diharapkan kayu balsa menjadi komoditas utama agroforestri tanpa mengganggu tumbuhan endemik yang sudah ada di jawa barat,”pungkas Rita Heryati yang biasa disapa bunda balsa tersebut.

Nantinya,SMK Kehutanan Sobat Bumi dengan unit produksinya akan menyediakan bibit, pupuk dan pelatihan bagi masyarakat yang akan menanam kayu balsa dengan aturan perjanjian yang meringankan bagi petani hingga menyekolahkan anak anak petani secara gratis.(**/SN)

Advertisement
error: Content is protected !!