Connect with us

EKONOMI

Harga kedelai mahal, Pengrajin Tempe Tahu Bingung.

Published

on

Cibalong, Kabartasela.com – Ketergantungan pada kebutuhan kacang kedelai impor menjadi satu keprihatinan tersendiri dimana sekarang ini harga kacang kedelai sebagai bahan pokok bagi produksi tahu dan tempe yang belakang ini harganya semakin tinggi.

Produsen tahu tempe 90 % bahkan bisa dikatakan 100 % menggunakan kedelai import dikarenakan kwalitas sangat baik jika dibanding dengan kedelai lokal dimana pati yang dihasilkan sedikit bagi produksi tahu dan kurang mengembang bila dijadikan sebagai bahan tempe.

Dengan kenaikan harga bahan baku kacang kedelai yang sangat tinggi, membuat Euis dan keluarganya warga Kp. Sodong Rt 2 Rw 7 desa/kec.Cibalong salah satu  pengrajin tahu tempe memilih untuk berhenti produksi mulai hari ini. (29/05/2021).

Menurutnya, Harga kedelai sekarang Rp 11.500 ditingkat agen ditambah ongkos kirim 1000/kg menjadi beban yang sangat berat dimana sebelumnya hanya Rp 6500 kenaikan. Kondisi ini menjadi persoalan yang sangat serius bagi keberlangsungan  usaha pengrajin kecil tempe dan tahu.

“Kemarin kami masih memaksakan produksi walaupun dengan keuntungan kami anggap sangat minim, bahkan bisa dianggap tidak sebanding dengan modal dan ongkos produksi dikarenakan sudah terikat perjanjian sebagai suplyer dengan distributor program BPNT,” pungkas Euis.

Mendapati situasi saat ini, Para produsen bisa memaksakan produksi dengan menaikan harga jual dengan ukuran tetap atau dengan merubah ukuran lebih kecil dengan harga tetap tetapi bisa dijalankan apabila semua produsen tahu tempe kompak.

Saat ini peran serta pemerintah dalam mengatur tata niaga kacang kedelai terutama mengatur harga dibutuhkan para produsen tahu tempe atau melalui dinas pertanian bisa menciptakan bibit lokal yang berkualitas sama dengan kedelai import.(Ihsan)

Advertisement
error: Content is protected !!